kom. sosial

 

 

Pengarang    : Prof. Dr. H. M. Burhan Bungin, S.Sos. M.Si.

Judul Buku   : SOSIOLOGI KOMUNIKASI

Edisi               : Pertama, Cetakan ke-3, XXVI, 384 hlm, 23 cm

Tahun terbit : 2006

Penerbit         : Kencana Prenada Media Group

Cover                         : Jakarta Putra Grafika

Percetakan    : Fajar Interpratama Offset

Harga buku   : RP 40.000,-

 

Buku yang cerdas! Ini komentar saya ketika selesai membaca buku ini. Buku ini berisikan tentang kajian – kajian komunikasi yang membahas mengenai ruang lingkup komunikasi dalam kehidupan dan merupakan perspektif yang sudah lama ada, seperti: Teori, Paradigma, dan Diskursus Teknologi komunikasi di masyarakat. Di indonesia kajian Tentang sosiologi komunikasi baru mendapatkan perhatian serius, kira-kira beberapa tahun yang lalu karena di desak oleh kelahiran berbagai media serta booming teknologi komunikasi yang begitu hebat.

Penulis mampu mengangkat celah permasalahan tentang paradigma penelitian komunikasi (yang sebenarnya ada di sekitar kita). Ditulis secara teoritis namun kritis, buku ini mampu menyihir Anda yang ingin melakukan riset komunikasi untuk menimbang-nimbang lagi paradigma apa yang hendak dipilih. Pembaca diajak untuk berwisata mengunjungi empat paradigma penelitian komunikasi yang selama ini dikenal. (mungkin belum Anda kenal). Memang, buku ini banyak menyoroti dua paradigma besar dalam ilmu sosial yakni positivism, konstruktivisme, Di awal tulisannya, penulis ingin memperkenalkan terbentuknya ilmu pengetahuan sosial dan beberapa kesalahan tentang paradigma. Termasuk di dalamnya, bagaimana komunikasi bisa menjadi sebuah ilmu. Penjelasan singkat, namun cukup menjelaskan bahwa sosiologi komunikasi sebagai bagian dari ilmu dan pengetahuan yang bersifat multidisipliner. Gaya bahasa yang dituturkan memang sangat ilmiah dan teoritis. Meski demikian, penulis ingin menunjukkan secara umum kapasitas komunikasi sebagai bagian dari ilmu sosial yang memang harus lepas dari nilai-nilai kepentingan kapitalis. Bagian ini memang agak rumit, namun jika telaten untuk dibaca, maka buku ini bisa memberikan pemetaan yang jelas tentang konsep ilmu dan konsep pengetahuan secara lebih luas bagi pembaca (mahasiswa ataupun dosen).

Buku ini tergolong masih hangat. Terbit Mei 2006, buku ini mampu memberikan wacana baru tentang ilmu komunikasi, khususnya terkait dengan paradigma. Perkembangan teknologi telematika atau komunikasi dalam dalam industri IT yang nyaris melahirkan produk – produk baru setiap harinya, yang menyebabkan revolusi komunikasi adalah sesuatu yang tak terelakan. Mereka ibarat gelombang yang membentuk tatanan baru yang selalu mengarah dan berdasarkan pada logika teknologi.
Persoalan penting dalam sosiologi komunikasi adalah substansi interaksi orang – orang dalam bermasyarakat, termasuk konten interaksi (komunikasi) yang dilakukan langsung atau yang dilakukan lewat media komunikasi, serta semua konsekuensi yang terjadi pada seluruh proses komunikasi tersebut.

Adapun yang di bahas di buku ini adalah mengenai filssafat, ruang lingkup, dan konsep sosologi komunikasi; proses komunikasi dalam bermasyarakat; Perkembangan teknologi indonesia dan komunikasi massa; Masyarakat cyber; Paradigma keilmuan dan teori komunikasi; Penelitian komunikasi; masalah masalah sosial dan media massa; dan memuat agenda penting mengenai masa depan sosiologi komunikasi.
Begitulah kira-kira penggalan pengantar dan sedikit gambaran dari buku sosiologi komunikasi, Saya memang belum membaca secara keseluruhan buku ini (kira-kira 383 halaman), tapi buku ini sangatlah tepat bagi yang ingin belajar dan mendalami ilmu komunikasi atau paradigma komunikasi, dari perkembangan teori hingga perkembangan konsep-konsepnya. Dan dibawah ini adalah resume dari buku sosiologi komunikasi yang lebih terperinci lagi selamat memabaca…

BAB SATU

Filsafat sosiologi komunikasi

Pada mulanya, kajian tentang komunikasi, apalagi ilmu komunikasi adalah sesuatu yang tak pernah ada dalam khazanah ilmu pengetahuan. Masyarakat membutuhkan jalan keluar dari permasalahan kehidupan mereka yang serba spesifik dan konkret manusia membutuhkan ilmu pengetahuan yang menjembatani filsafat dan manusia. Karena itulah lahirlah sosiologi sebagai jalan keluar untuk membantu manusia memecahkan persoalan masyarakat.

Orang yang pertama menggunakan istilah sosiologi adalah Aguste Comte (1798-1857), ilmu baru ini mempelajari sosial statik dan sosial dinamik, sudut pandang comte yang menganggap perubahan sosial lebih penting ini dipengaruhi oleh konteks sosial pada waktu itu, yaitu revolusi perancis dan pencerahan.

Orang yang berjasa pada awal-awal perkembangan sosiologi adalah Emile Durkheim (1858-1917) dalam bukunya yang berjudul The Rule of Sociological Method yang berisi fenomena penting dalam kehidupan manusia dalam dunianya fakta-fakta sosial yang membedakan dua tipe fakta sosial, yaitu fakta sosial materil dan non materil, Durkheim lebih banyak menyoroti fakta sosial non materil. Melalui karyanya yang lain yaitu Suicide mencoba menguji pandangan sosiologisnya tentang hubungan manusia dengan fakta sosialnya. Melalui karyanya yang terakhir The Elementary Form of Religious Life, ia membahas masyarakat primitive untuk menemukan akar agama, temuannya, bahwa sumber agama adalah masyarakat itu sendiri, selanjutnya Durkheim menyimpulkan bahwa masyarakat dan agama adalah satu dan sama.

Asal mula kajian komunikasi dalam sosiologi bermula dari akar tradisi pemikiran Karl Marx, gagasan awal tentang karl marx tidak pernah terlepas dari pemikiran-pemikiran Hegel. Menurut ritzer, pemikiran hegel yang paling utama dalam melahirkan pemikiran-pemikiran tradisional konflik dan kritis adalah ajarannya tentang dialektika dan idealisme. Dialektika adalah cara berpikir dan citra tentang dunia, dan idealisme adalah sebuah proses yang kekal dalam kehidupan manusia, bahkan ada yang berkeyakinan bahwa proses mental tetap ada walaupun kehidupan sosial dan fisik sudah tidak ada lagi.

Habermas bertolak dari pemikiran Marx, seperti potensi manusia, spesies makhluk, aktivitas yang berperasaan. Ia mengatakan bahwa, Marx telah gagal membedakan antara dua komponen analitik yang berbeda, yaitu kerja dan interaksi sosial. Di antara kerja dan interaksi sosial, Mark hanya membahas kerja saja engan mengabaikan interaksi sosial. Jadi, kata Habermas, ”ia hanya mengambil perbedaan antra kerja dan interaksi sosial sebagai titik awalnya.”

Sumbangan pemikiran juga diberikan oleh John Dewey, yang sering disebut sebagai the first philosopher of communication itu dikenal hingga kini dengan filsafat pragmatik-nya, suatu keyakinan bahwa sebuah ide itu benar jika ia berfungsi dalam praktik. Jadi, gagasan-gagasan seharusnya bermanfaat bagi masyarakat, pesan-pesan ide harus tersampaikan dan memberi kontribusi pada tingkat perilaku orang. Pesan ide membentuk tindakan dan perilaku dilapangan.

BAB DUA

Ruang lingkup dan konseptualisasi sosiologi komunikasi

Manusia adalah mahluk ciptaan Allah, dengan struktur dan fungsi yang sangat sempurna, disamping sebagai mahluk individual, mahluk social dan mahluk spiritual. Manusia adalah mahluk social maka manusia pada dasarnya tidak mampu hidup sendiri di dalam dunia ini baik sendiri dalam konteks fisik maupun social budaya.

Sosiologi berpendapat bahwa tindakan awal dalam penyelarasan fungsi-fungsi social dan berbagai kebutuhan manusia diawali dengan melakukan interaksi social atau tindakan komunikasi satu dengan lainnya. Focus interaksi social dalam masyarakat adalah komunikasi itu sendiri.

Beberapa konsep penting yang berhubungan dengan sosiologi komunikasi adalah konsep tentang sosiologi, community, communication, telematika, merupakan konsep penting yang kemudian melahirkan studi-studi interelasi yang penting untuk dibicarakan sekaligus juga sebagai ruang lingkup dalam studi-studi sosiologi komunikasi.

Komunikasi di dalam masyarakat dibagi 5 jenis: Komunikasi antar pribadi, komunikasi kelompok, komunikasi organisasi, komunikasi social adalah salah satu bentuk komunikasi yang lebih intensif, dimana komunikasi terjadi secara langsung antara komunikator dan komunikan, sehingga situasi komunikasi berlangsung dua arah dan lebih diarahkan kepada pencapaian suatu situasi integrasi social , melalaui kegiatan inilah aktualisasi dari berbagai masalah yang dibahas, dan komunikasi massa.

Ranah sosiologi komunikasi adalah kajian utama dan terpenting dari kajian sosiologi dan kajian komunikasi itu sendiri, yaitu individu, kelompok, masyarakat, dunia, dan segala interaksinya. Studi-studi sosiologi komunikasi selain bersifat interdisipliner dan terbuka terhadap sumbangan disiplin ilmu lain, setiap bigdang ilmu dalam rumpun ilmu social memiliki objek kajian formal yang sama yaitu manusia. Manusia adalah objek yang tidak pernah habis dibahas dari berbagai aspek dan sudut pandang. Objek formal manusia yang dimaksud adalah dalam kontek individu, kelompok, masyarakat dunia serta aspek sosiologis yang mengitarinya. Objek formal dalam studi sosiologi komunikasi menekankan pada aspek aktivitas manusia sebagai mahluk social yang melakukan aktivitas sosiologis.

 

BAB TIGA

Struktur dan proses social

Aguste comte berpendapat bahwa setiap masyarakat memiliki dua sistem kehidupan yang berbeda sebagaimana yang dipelajari oleh sosiologi, walapun memiliki sisi yang berbeda, keduanya menjadi sistem yang tak terpisahkan dari sebuah masyarakat secara umum.

Social statis meliputi struktur social masyarakat berupa kelompok dan lembaga social, lapisan serta kekuasan, sedangkan social dynamic adalah fungsi masyarakat yang terlibat dalam proses social, perubahan social, atau bentuk abstrak interaksi social.

Kelompok  social adalah kehidupan bersama manusia dalam himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yang umumnya secara fisik relative kecil yang harus secara gayub. Ada empat kelompok social yang dapat dibagi berdasarkan struktur masing-masing kelompok tersebut. Kelompok formal sekunder, kelompok formal primer, kelompok informal sekunder, kelompok informal primer.

Struktur dinamis ini dilihat memiliki kemikiripan dengan proses social. Proses social yang dimaksud adalah dimana individu, kelompok, dan masyarakat bertemu, berinteraksi, dan berkomunikasi sehingga melahirkan sistem social dan pranata social serta semua aspek kebudayaan, bentuk umum proses social adalah interaksi social, sedangkan bentuk khususnya adalah aktivitas social syarat terjadi interaksi social adalah adanya kontak social dan adanya komunikasi.

BAB EMPAT

Proses komunikasi dalam masyarakat

Masyarakat memiliki struktur dan lapisan yang bermacam-macam, ragam struktur dan lapisan masyarakat tergantung pada kompleksitas masyarakat itu sendiri. Sedangkann substansi bentuk atau wujud komunikasi ditentukan oleh pihak yang terlibat dalam komunikasi, cara yang di tempuh, kepentingan atau tujuan komunikasi, ruang lingkup yang melakukannya, saluran yang digunakan, isi pesan yang disampaikan. Proses komunikasi adalah sebuah proses media massa, namun secara akademik, kedua hal itu dapat dibedakan satu dengan yang lainnya karena memiliki konsep dan substansi permasalahan yang berbeda-beda.

Komunikasi massa adalah salah satu aktifitas sosial yang berfungsi dimasyarakat, fungsi aktivias sosial memiliki dua aspek yaitu fungsi nyata yang dingginkan dan fungsi tidak nyatayang tidak diinginkan, selain itu aktivitas sosial juga berfungsi melahirkan fungsi sosial lain baha manusia memiliki kemampuan beradaptasi yang sangat sempurna. Begitu pula dengan fungsi komunikasi media massa sebagai aktivitas sosial masyarakat  mempunyai beberapa fungsi yaitu fungsi pengawasan,fungsi sosial learning, fungsi penyampaian informasi,fungsi transformasi budaya, dan hiburan.

Pendekatan sistem cenderung menganggap atau melihat semua aspek sosiokulural dari segi proses, khususnya jaringan informasi dan komunikasi. Sehubungan dengan itu, maka komunikasi massa lebih banyak menjelaskan masalah-masalah proses komunikasi, sedangkan media massa lebih banyak menjelaskan teknis teknologi dan aspek-aspek yang dihasilkan dari teknologi itu sendiri.

BAB LIMA

PerubahanSosial dan Budaya Massa

Perubahan sosial adalah proses sosial yang dialami oleh anggota masyarakat serta semua unsur-unsur budaya dan sistem-sistem sosial, dimana semua tingkat kehidupan masyarakat secara sukarela atau dipengaruhi oleh unsur-unsur eksternal meninggalkan pola-pola kehidupan, budaya, dan sistem sosial lama kemudian menyesuaikan diri atau mengunakan pola kehidupan, budaya, dan sistem sosial yang baru.

Perubahan sosial terjadi ketika ada kesediaan anggota masyarakat meninggalkan unsur-unsur budaya dan sistem sosial lama dan mulai beralih mengunakan unsur-unsur budaya dan sistem sosial yang baru. Perubahan sosial dipandang sebagai konsep yang serba mencakup seluruh kehidupan masyarakat baik pada ingkat individual, kelompok, masyarakat, negara, dan duniayang mengalami perubahan. Hal-hal penting dalam perubahan sosial menyangkut aspek yaitu perubahan pola pikir masyarakat, perubahan perilaku masyarakat, perubahan budaya materi. Konsep massa kemudian mengandung pengertian secara keseluruhan masyarakat massa.

Budaya massa dipengaruhi oleh budaya populer. Pemikiran tentang budaya populer dapat dikelompokan pada empat aliran yaitu budaya dibangun berdasarkan kesenangan namun tidak substansial dan mengentaskan orang dari kejenuhan kerja sepanajang hari, kebudayaan populer menghancurkan nilai budaya tradisional kebudayaan menjadi menjadi masalah besar dalam pandangan ekonomi Marx kapitalis, dan kebudayaan populer merupakan budaya yang menetes dari atas.

BAB ENAM

Perkembangan Teknologi Media dan Komunikasi Massa

Riwayat perkembangan komunikasi antarmanusia adalah sama dengan sejarah kehidupan manusia itu sendiri, ada empat titik penentu utama dalam sejarah komunikasi manusia, yaitu : ditemukan bahasa sebagai alat interaksi tercanggih manusia, berkembangnya seni tulisan dan kemampuan bicara manusia menggunakan bahasa, berkembangnya kemampuan reproduksi kata-kata ulis dengan mengunakan alat pencetak, dan lahirnya komunikasi elektronik, mulai dari telegraf, telepon, radio, hingga televisi.

Perilaku manusia dan teknologi memiliki interaksi didalam lingkungan sosioteknologi, hubungan komunikasi dimasyarakat, dikenal empat era komunkasi, yaitu era tulis, era media cetak, era media telekomunikasi, era media komunikasi interaktif. Masyarakat percaya bahwa perkembangan teknologi media berkembang dimulai dari media tulis dan cetak, media tulis telah lama dikenal masyarakat dan menjadi pertanda permulaan peradaban sebuah bangsa.

Media transmisi bukanlah sekedar tentang penyimpanan serta penyebaran, tetapi informasi yang ditransmisikan seketika sebelm beritanya ketinggalan. Transmisi media dibagi mejadi tiga kategori: komunikasi, penyiaran, jaringan.

Platformteknologi komunikasi masa depan juga membutuhkan komputer notebook multemedia yang berfungsi sebagai terminal media, platform teknologi komunikasi juga membutuhkan jaringan nirkabel multimedia genggam. Teknologi ini sudah dapat digunakan dalam bentuk PDA atau asisten digital pribadi, dapat menerima keenam media komunikasi antarpribadi dan media penyimpanan, dengan pada kita tidak lagi membutuhkan komputer, telepon, mesin fax, mailbox suara dan e-mail untuk komunikasi, karena pada telah menyediakan semuanya.

Sesuatu yang baru menyebabkan perubahan dalam masyarakat itu selalu berhubungan dengan difusi inovasi, dimana perubahan dipacu oleh penyebaran suatu pengetahuan yang baru, ada empat unsur hal yang selalu ada dalam difusi inovasi, yaitu inovasi, saluran komunikasi, waktu, dan sistem sosial. Keempat unsur ini berlangsung dalam sistem yang simultan, dimana masing-masing sistem itu berhubungan satu denagn yang lainnya selama proses difusi inovasi itu berlangsung.

BAB TUJUH

Masyarakat Cyber

Teknologi telah mengubah bentuk masyarakat manusia, masyarakat global adalah sebuah kehidupan yang memungkinkan komunitas manusia menghasilkan budaya-budaya bersama, menghasilkan produk-produk industri bersama, menciptakan pasar bersama, dan lain-lain.

Perkembangan teknologi informasi juga tidak saja mampu menciptakan masyarakat dunia global, namun secara materi mampu mengembangkan ruang gerak kehidupan baru bagi masyarakat, sehingga tanpa disadari, komunitas manusia telah hidup dalam dua dunia kehidupan, yaitu kehidupan masyarakat nyata dan kehidupan masyarakat maya. Bahwa syarat-syarat interkasi social dalam masyarakat nyata harus memiliki sossial contact dan adanya communication..

Masyarakat maya adalah revolusi terhadap sebuah perubahan masyarakat nyata. Perubahan sosial dalam dalam cybercommunity memiliki dampak-dampak budaya yang sangat luas dan tajam, karena selain sifat perubahannya yang mengglobal, perubahan social ini berlangsung dengan sangat cepat, sehingga banyak menyebabkan efek ganda terhadap perubahan perilaku pada masyarakat maya dan nyata serta menyebabkan gesekan-gesekan social yang tajam di dalam kedua belahan masyarakat tersebut.

Kehidupan cybercommunity selain merupakan peta analog kehidupan masa depan masyarakat nyata, namun juga merupakan imitasi kehidupan nyata itu sendiri, sehingga dimungkinkan berbagai cybercrime dalam cybercommunity merupakan imitasi terhadap kejahatan yang selama ini kita temukan dimasyarakat. Salah satu karakter umum cybercrime yang dapat dilakukan dari mana saja dan dimana saja dalam cybercommunity, tanpa harus berada dalam satu Negara atau senegara denagn tempat dimana server itu berada. Ruang maya dapat menafikan semua itu denagn sebanyak mungkin menawarkan sifat utamnya, yaitu efisiensi ruang dan waktu.

BAB DELAPAN

Realitas Media dan Konstruksi Sosial Media Massa

Pada umumnya teori dalam paradigma definisi social sebenarnya berpandangan bahwa manusia adalah actor yang kreatif dari realitas sosialnya. Dalam arti, tindakan manusia tidak sepenuhnaya ditentukan oleh norma, kebiasaan, nilai dan sebagainya, yang kesemuanya itu tercakup dalam fakta social yaitu tindakan yang menggambarkan struktur dan pranata social. Paradigm definisi social lebih tertarik terhadap apa yang ada dalam pemikiran manusia tentang proses social, terutama para pengikut interaksi simbolos. Dalam proses social, individu manusia dipandang sebagai pencipta realitas social yang relative bebas di dalam dunia sosialnya.

Realitas adalah hasil ciptaan manusia kreatif melalui kekuatan konstruksi social terhadap dunia social di sekelilingnya, bahwa realitas dunia social itu ‘ada’ dalam diri sendiri dan hukum yang menguasainya.

Generalisasi yang paling tinggi, manusia menciptakan dunia dalam makna simbolis yang universal, yaitu pandangan hidupnya yang menyeluruh, yang memberi legitimasi dan mengatur bentuk-bentuk sosil serta memberi makna pada berbagai bidang kehidupannya.

Tanpa disadari citra dalam iklan di televise telah menjadi bagian dari kesadaran palsu yang sengaja dikonstruksi oleh copywriter dan visualiser untuk member kesan yang kuat terhadap produk yang diiklankan.

Umumnya nilai yang dikonstruksi oleh media massa adalah nilai yang bersumber dari redaktur dan para desk media massa. Kalau dikatakan, bahwa media massa dalah replikasi dari masyarakat disekitarnya, maka artinya replikasi itu diwakilkan oleh nilai-nilai dan norma yang ada pada redaktur dan para desk media massa tertentu.

Nilai perubahan sosila memiliki kaitan dengan kapitalisme terutama yang menekankan gaya hidup modern serta menempatkan nilai materi sebagai puncak nilai tertinggi. Nilai-nilai perubahan social juga memiliki kesamaan dengan nilai yang dijunjung tinggi oleh kapitalisme, terutama karena keduanya mengagumkan materi dan secera beriringan mengkonstruksi jalan pemikiran serta nilai-nilai yang membimbing reduktur dan pada desk media massa dalam mengemas pemberitan-pemberitaan mereka.

BAB SEMBILAN

Paradigma Keilmuan dan Teori Komunikasi

Perkembangan terakhir dunia komunikasi di Indonesia saat ini dipengaruhi oleh tiga paradigm besar. Pertama, paradigm teori konvensional, yaitu paradigm teori yang dianut oleh para ilmuwan komunikasi yang secara keilmuannya mengembangkan teorinya secara linier. Kedua, paradigm kritis dan perspektif komunikasi, yaitu paradigm komunikasi yang dianut oleh pada sarjana yang awalnya belum mempelajari teori komunikasi, kemudian secara serius mempelajari komunikasi secara kritis dan menurut perspektif komunikasi yang dilihatnya. Ketiga, paradigma teknologi media. Paradigm ini lahir dari para peminat teknologi telematika, terutama oleh para sarjana teknologi informasi. Jadi, arah pengembangan teori banyak dipengaruhi oleh paradigm teknologi informasi.

Dari berbagai pandangan yang dikemukakan para ahli secara umum, ilmu komunikasi mempunyai tiga karakteristik yaitu: pertama, ilmu komunikasi merupakan ilmu social yang bersifat multidispliner dan bidang kajiannya sangat luas. Kedua, ilmu komunikasi tidak hanya merupakan ilmu pengetahuan yang bersifat murni-teoritis-akademis, tetapi juga merupakan ilmu pengetahuan terapan yang diperlukan berbagai kalangan praktisi. Ketiga, teknologi khususnya teknologi komunikasi yang diperlukan dalam proses produksi sistem tanda dan lambing merupakan salah satu objek kajian utama.

Ada dua pendekatan dalam keilmuan komunikasi yang selama ini digunakan. Pertama, pendekatan non-ilmiah umumnya orang menjawab dorongan ingin tahu dan mencari kebenaran, melalui secara kebetulan, trial dan error, melalui otorisasi seseorang, dan wahyu. Kedua, pendekatan ilmiah yang biasa sisebut pendekatan kritik-rasional, ada dua macam proses yang dapat digunakan untuk menemukan kebenaran. Proses yang pertama berpikir kritis-rasional dan cara yang kedua penelitian ilmiah.

Littlejohn mengatakan, berdasarkan metode penjelasan serta cakupan objek pengamatan, secara umum teori komunikasi dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama disebut kelompok teori-teori umum dan kedua teori-teori kontekstual. Ada empat jenis teori-teori umum yaitu teori fungsional dan structural, teori behavioral dan cognitive, teori konvensional dan interaksional serta teori kritis dan interpreatif. Semntara itu teori-teori kontekstual terdiri dari teori antarpribadi, komunikasi kelompok, komunikasi organisasi, dan komunikasi massa dijelaskan mendetail dalam buku ini.

Dalam Four Theories of the press membagi pers di dunia dalam  empat kategori, yaitu: pertama, teori otoriter yaitu pers bisa dimiliki baik secara public atau perorangan, tetapi tetap dianggap sebagai alat untuk menyebarkan kebijakan pemerintah.kedua, Teori liberal yaitu pers harus mendukung menemukan kebenaran dan mengawasi pemerintah sekaligus sebagai media yang memberikan informasi, menghibur, dan mencari keuntungan, dan siapapun yang mempunyai uang yang cukup dapat menerbitkan media. Ketiga, teori tanggung jawab social bertujuan untuk member informasi, menghibur, mencari untung, juga bertujuan untuk membawa konflik kedalam arena diskusi, media dikontrol oleh pendapat masyarakat, tindakan konsumen, kode etik professional,dan  dalam hal penyiaran, dikontrol oleh badan pengatur mengingat keterbatasan teknis pada jumlah saluran frekuensi yang tersedia. Keempat, teori komunis soviet tujuan utama media dalah membantu keberhasilan dan kelangsungan sistem soviet. Media dalam sistem soviet dimiliki dan dikontrol oleh Negara dan hanya sebagai kepanjangan tangan negara.

Teori yang lahir dari kajian masyarakat maya ini, menjadi sebuah teori paling akhir dalam kajian komunikasi atau sosiologi komunikasi, seperti yang dijelaskan pada bagian tentang masyarakat cyber. Lahir sebuah kajian ilmiah mengenai cybercommunity yang memiliki struktur yang menyerupai kehidupan social masyarakat nyata, sehingga dapat dikatakan sebagai sebuah teori cybercommunity. Beberapa bagian-bagian penting dalam teori komunikasi dunia maya, yaitu konsep dasar komunikasi digital. ruang dan wilayah teori komunikasi dunia maya, seperti penentuan agenda dan lain-lain. Riset-riset baru pada komunikasi cyber, yaitu mediamorfosis, dan riset-riset lainnya.

BAB SEPULUH

Penelitian Komunikasi

Penelitian adalah proses ilmiah yang selalu ada dalam kehidupan intelektual manusia berdasarkan sifat ingin tau yang ada dalam hidup ilmuwan. Cara yang digunakan, pertama, dengan menggunakan akal sehat mengacu kelaziman-kelaziman dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, melakukan kegiatan penelitian yang bersifat ilmiah yang berdasarkan pada kaidah-kaidah tertentu dan cara berfikir yang sistematis yang melingkupi keseluruhan proses penelitian.

Penentuan rancangan penelitian adalah bagaimana penelitian merancangkan model penelitian yang akan dilaksanakan mulai dari rancangan problematik, teoritik, metodologik sampai dengan rancangan analisis dan hasil penelitian. Penentuan problem teori yang akan digunakan adalah bagaimana penelitian mentukan teori apa yang akan digunakan dan menjadi acuan dalam penelitian ini , sehingga peneliti memiliki kejelasan tentang upaya maaping theory mulai dari grand theory, middle theory sampai application theory. Penentuan problem aplikasi di lapangan, yaitu bagaimana peneliti menetukan teknik pelaksanaan penelitian mulai dari uji coba instrument penelitian, applikasi metode, dan pengumpulan data di lapangan sampai dengan analisis data.

Focus penelitian komunikasi kajian mikro komunikasi berkisar pada kajian-kajian yang berhubungan antara komponen komunikator, pesan, media komunikasi, komunikan, dan efek. Komponen makro, yaitu berhubungan dengan kajian-kajian komunikasi dalam perspektif yang lebih luas serta bersentuhan dengan bidang-bidang lain yang memungkinkan kajian komunikasi diperbesar dan membuka diri terhadap bidang-bidang social lainnya serta memungkinkan lahirnya kajian-kajian baru dalam studi-studi komunikasi dalam rangka ‘membesarkan’ disiplin ilmu komunikasi.

Penilitan komunikasi yang paling popular dan paling sering digunakan adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif dalam komunikasi menekankan pada bagaimana sebuah pendekatan dapat mengungkapkan makna-makna dari konten komunikasi yang ada sehingga hasil-hasil penelitian yang diperoleh berhubungan pemaknaan dari sebuah proses komunikasi yang terjadi. Sedangkan paradigm kuantitatif dalam komunikasi menekankan pendekatannya pada bentuk-bentuk kejadian variable komunikasi, dimana komunikasi dipandang sebagai variable yang dapat dihitung frekuensinya dan dicari hubungan-hubungan serta pengaruh di sekitar kejadian variable itu.

BAB SEBELAS

Efek Media Massa

Media massa secara teoritis memiliki fungsi sebagai saluaran informasi, pendidikan dan hiburan. Efek media massa tidak saja mempengaruhi sikap seseorang namun dapat pula mempengaruhi perilaku, bahkan pada tataran yang lebih jauh efek media massa dapat mempengaruhi sistem-sistem social maupun sistem budaya masyarakat.

Denis McQuail menjelaskan bahwa efek media massa memiliki typology yang mana terdiri dari empat bagian yang besar. Pertama, efek media merupakan efek yang direncanakan, kedua, efek media massa yang tidak direncanakan atau tidak dapat diperkirakan, ketiga, efek media massa terjadi dalam waktu pendek namun secara cepat, instan, dank eras mempengaruhi seseorang atau masyarakat, keempat, efek media massa berlangsung dalam waktu yang lama, sehingga mempengaruhi sikap-sikap adopsi inovasi, control social sampai dengan perubahan kelembagaan, dan persoalan-persoalan perubahan budaya.

Efek media massa yang dapat direncanakan dan terjadi dalam waktu yang cepat yaitu seperti propaganda, respons individu, kampanye media, news learning, pembingkaian berita, dan agenda setting. Efek media yang terencana ini juga dapat dilakukan dalam waktu yang lama, dengan efek media yang lama pula terjadi dimasyarakat, dalam waktu yang lama media dapat menyebarkan difusi inovasi kepada seluruh lapisan masyarakat, efek merusak yang paling mudah terjadi adalah pada tatanan fisik dan perilaku individual yang berdampak pada perilaku kelompok dan masyarakat. Efek merusak pada tatanan sikap dan norma-norma lain disekitar sikap sepeti merusak sistem social sampai dengan merusak sistem budaya serta lingkungan yang lebih luas. Efek media massa pada tahap ini kadang bersifat dahsyat, namun akan mudah dilupakan orang seirama dengan berkurangnya pemberitaan tersebut dimedia massa.

BAB DUA BELAS

Masalah-masalah Sosial dan Media Massa

Media massa adalah institusi yang berfungsi memberi, informasi, edukasi, dan hiburan, maka media massa akan datang tidak lagi menjadi institusi edukasi dalam pengertian sesungguhnya akan tetapi lebih banyak menjadi institusi pemberi informasi yang tidak edukatif dan penyaji hiburan yang tidak edukatif pula.

Media massa saat ini menamakan diri sebagai agen perubahan dan juga agen perusak dan pemicu maslah soaial di masyarakatnya. Tayangan mistik di media massa khususnya di televisi menjadi mindstream, kebiasan menonton tayangan mistik ini menjadi budaya masyarakat masyarakat dan sebuah petualangan batin seseorang, efek buruk yang ditimbulkan akan berdampak pada kerusakan kognitif masyarakat, terutama anak-anak, bahaya terbesar dari tayangan mistik dan tahayul adalah pada kerusakan sikap dan perilaku.

Masing-masing orang yang berada pada konteks budaya dan sosiologis ini memiliki kepentingan masing-masing untuk membuat definisi tentang porno sebagai bentuk dari eksistensi mereka, terutama berhubungan dengen kekuasan dan negara. Ketika tayangan pornomedia disiarkan oleh media massa, maka dapat dipastikan khalayak terkonstruksi dengan penayangan pornomedia tidak memandang perbedaan umur khalayak, kerusakan social dan moral pasti bagian dari efek media massa yang tidak bisa dikendalikan sebagaimana bahaya terhadap pornomedia tersebut.

Kekuatan konstruksi soaial media massa itu terletak pada kekuatan media itu sendiri , saat ini karya-karya seni kreatif seperti iklan menjadi konsumsi masyarkat dalam berbagai media massa, posisi perempuan ini menjadi sanagat potensial untuk dikomersilkan dan di eksploitasi, karena posisi perempuan menjadi sumber inspirasi dan juga tambang uang yang tidak habis-habisnya.

Media masa benar-benar ingin menunjukan kepada masyarakat konsumennya bahwa ia adalah replikasi dari masyarkatnya yang bertujuan menonjolkan kengerian dan keseraman agar membangkitkan emosi pemirsa dan pembaca karena semakin menyeramkan semakin banyak ditonton dan dibaca.

Media massa jelas-jelas menyebarkan kekerasan, pornomedia, pembunuhan karakter seseorang, yang acapkali menayangkan atau meberitakan informasi-informasiyang tak bermutu, sampah, dan tak bermanfaat bagi masyarakat, maka berbagai kreativitas, seni, budaya dan ilmu pengetahuan yang sengaja menjerumuskan manusia kepada sifat-sifat kehewanan, menjadi buruk bagi masyarakatnya. Media massa telah teralienasi pada pilihannya sendiri menjadi media kapitalis, sehingga mau ataupun tidak, media harus menjadi unit produk kapitalis, yang hanya mencari keuntungan dari melipatgandakan modal yang ada, tanpa harus melihat persoalan axiology itu sendiri.

BAB TIGA BELAS

Masa Depan Sosiologi Komunikasi

Studi-studi sosiologi komunikasi terbatas pada hubungan antar masyarakat dan media, namun spectrum studi komunikasi begitu luas menyangkut hubungan-hubungan antara orang, kelompok, dan antar masyarakat, bahkan hubungan anatara orang-kelompok-masyarakat dan pranata-pranata social serta budaya yang menjadi pijakan maupun yang ada di sekitarnya.

Kajian-kajian berbagai aspek tentang perkembangan teknologi telematika menjadi sangat urgen terutama yang berhubungan dengan perkembangan media baru, karena tidak saja menyangkut basis-basis ekonomi yang perlu disiapkan, akan tetapi yang terpenting adalah bagaimana kosnstruksi soaial media massa member kontribusi terhadap kehidupan manusia secara keseluruhan. Di sinalah peran sosiologi komunikasi member kontribusi kepada studi-studi lain.

Perkembangan teknologi media massa akhir-akhir ini, serta perubahan social yang terjadi begitu cepat, maka bidang soskom ini ikut pula berkembang sangat pesat di berbagai setting unit kehidupan masyarakat, sehingga tidak heran nanti soskom akan diajarkan di berbagai bidang studi di berbagai bidang ilmu, bahkan akan menjadi disiplin ilmu yang berkembang secara independen terlepas dari bidang sosiologi maupun bidang komunikasi itu sendiri.

Maka di waktu-waktu yang akan datang, kajian soskom memiliki massa depan yng sangat luas dan memiliki bidang-bidang kajian yang sangat luas pula seirama dengan perkembangan masyarakat dan teknologi media itu sendiri.

 

 

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s